Di bidang pengemasan produk, Kemasan Blister Kulit Kerang sangat disukai karena tampilan unik dan sifat perlindungannya. Namun, ketika memilih bahan untuk kemasan blister, kita sering menghadapi pertanyaan kunci: Apakah kita harus memilih plastik atau karton?
Kemasan plastik blister menawarkan banyak keuntungan signifikan. Pertama-tama, plastik memiliki transparansi yang sangat baik, memungkinkan konsumen melihat dengan jelas produk di dalam kemasannya, sehingga sangat meningkatkan efek tampilan produk. Baik itu produk elektronik yang indah, kosmetik kecil atau mainan yang indah, kemasan plastik blister dapat menampilkan detailnya dengan sempurna dan menarik perhatian konsumen. Kedua, plastik sangat tahan lama dan secara efektif dapat melindungi produk dari benturan eksternal, ekstrusi, dan debu. Selama pengangkutan dan penyimpanan, kemasan blister plastik dapat memberikan perlindungan produk yang andal dan mengurangi risiko kerusakan produk. Selain itu, kemasan plastik blister memiliki sifat mampu bentuk yang sangat baik dan dapat disesuaikan dengan bentuk dan ukuran produk yang berbeda untuk memenuhi berbagai kebutuhan kemasan khusus.
Namun kemasan plastik blister bukannya tanpa kekurangan. Dengan terus meningkatnya kesadaran lingkungan, masalah pencemaran lingkungan akibat kemasan plastik semakin menarik perhatian. Sampah plastik dalam jumlah besar sulit terurai dan telah menyebabkan kerusakan serius pada lingkungan ekologi. Selain itu, beberapa bahan plastik mungkin melepaskan zat berbahaya, sehingga berpotensi mengancam kesehatan manusia dan kualitas produk.
Sebaliknya, kemasan karton blister memiliki keunggulan lingkungan yang unik. Karton adalah bahan yang dapat didaur ulang dan terurai yang memenuhi persyaratan masyarakat modern untuk perlindungan lingkungan hijau. Penggunaan kemasan karton blister dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan citra lingkungan perusahaan. Pada saat yang sama, karton memiliki sifat penyangga tertentu dan dapat melindungi produk sampai batas tertentu. Selain itu, karton dapat mengalami berbagai perlakuan pencetakan dan dekorasi untuk menambahkan elemen artistik dan personal pada kemasan produk.
Namun kemasan karton blister juga memiliki beberapa kekurangan. Transparansinya tidak sebaik plastik, sehingga dapat mempengaruhi efek tampilan produk. Selain itu, karton memiliki ketahanan dan daya tahan terhadap kelembapan yang relatif lemah, serta mudah berubah bentuk di lingkungan yang lembab. Ini mungkin tidak cocok untuk beberapa produk dengan persyaratan ketahanan kelembaban yang lebih tinggi.
Lantas, bagaimana cara memilih antara plastik dan karton? Hal ini perlu dipertimbangkan secara komprehensif berdasarkan karakteristik produk tertentu, permintaan pasar, dan filosofi perlindungan lingkungan perusahaan. Jika produk memiliki persyaratan tinggi untuk efek tampilan dan daya tahan yang kuat serta sifat pelindung, maka kemasan plastik melepuh mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Namun jika perusahaan memperhatikan perlindungan lingkungan dan berharap dapat mengurangi dampak kemasan terhadap lingkungan, dan produk tidak memiliki persyaratan ketahanan kelembaban yang tinggi, maka kemasan karton blister lebih cocok.
Sebagai alternatif, pertimbangkan kemasan melepuh dengan bahan campuran yang menggabungkan keunggulan plastik dan kertas karton. Misalnya, karton digunakan di bagian luar kemasan untuk menampilkan gambar dan hiasan cetakan yang ramah lingkungan, sedangkan plastik blister digunakan di bagian dalam untuk melindungi produk. Hal ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pengemasan produk, tetapi juga mempertimbangkan perlindungan lingkungan dan efek tampilan.
Dalam memilih bahan untuk Kemasan Clamshell Blister, baik plastik maupun karton memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor dan membuat pilihan yang bijaksana berdasarkan keadaan mereka sendiri dan kebutuhan pasar untuk mencapai hasil terbaik dalam pengemasan produk.